RSS

OOP2 Bab 9 : MULTITHREADING

Multithreading adalah suatu proses dimana kita bisa membuat program untuk menjalankan lebih dari 1 fungsi secara bersamaan atau hampir bersamaan. Perhatikan komputer yang anda gunakan, terdiri dari berapa (core) CPU? 2, 4, 8, atau mungkin lebih? Ketika sebuah program berjalan, sebenarnya itu hanya menggunakan satu CPU saja. Bagaimana dengan CPU lainnya? tentu saja digunakan oleh program lainnya. Dengan kemampuan multithreading, kita bisa membuat program kita mengkonsumsi CPU yang sedang idle, agar dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan lebih cepat.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Uncategorized

 

OOP2 Bab 8 : INNER CLASS

Inner Class adalah suatu Class yang didefinisikan di dalam Class lain. Dengan kata lain, Inner Class adalah anggota (member) dari Class lain, sama halnya seperti variable dan method. Hal ini mengakibatkan instance dari Inner Class dapat mengakses /berbagi dengan instance dari outer Class-nya. Instance dari Inner Class dapat mengakses semua member dari outer Class-nya, bahkan yang private.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Uncategorized

 

OOP2 Bab 7 :FORM AND EVENT HANDLER

Form adalah tampilan user interface yang disediakan oleh bahasa pmrograman agar mudah untuk menjalankan sebuah program. Event handler adalah sebuah method yang dapat mendeteksi suatu kejadian yang terjadi pada sebuah form, contoh ketika sebuah button di Click maka program akan melakukan sebuah eksekusi  perintah yang ada pada event handlernya.
Pada contoh code program berikut adalah Event Handler yang ada pada sebuah button, jika button tersebut di Click maka akan memunculkan Messagebox.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Uncategorized

 

OOP2 Bab 6 : EXCEPTION HANDLING

Exception handling adalah suatu mekanisme penanganan eror yang mungkin terjadi dalam suatu program. Misalnya sebuah program yang memiliki operasi pembagian, dimana suatu ketika user menginputkan bilangan pembagi atau denumerator 0, maka program tersebut harus memiliki suatu exception handling untuk kasus tersebut.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Uncategorized

 

OOP2 Bab 5 : ABSTRACT CLASS

Abstract class adalah kelas yang terletak pada posisi tertinggi pada hierarki kelas. Kelas ini digunakan sebagai basis bagi penurunan kelas lainnya, sehingga abstract class tidak dapat diinstansiasi secara langsung menjadi object. Suatu abstract class bisa mengandung method kongkrit dan/atau method abstract. Abstract method meruapakan suatu method yang tidak mempunyai badan method. Hanya berupa nama method dan parameter inputan method. Ketika suatu abstract class diturunkan/ di-extends, maka subclass harus mengimplementasikan semua method abstract pada parent/ base class. Jika tidak mengimplementasikan semua method abstract maka subclass harus dideklarasikan sebagai abstract class..berikut contohnya:

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Uncategorized

 

OOP : Bab 4 Inheritance

Inheritance adalah salah satu fitur OOP yang sangat penting, Inheritance adalah penurunan sifat dari suatu Class ke kelas yang lain. Tidak semua sifat bisa diturunkan ke Class turunan tetapi hanya filed dan method yang punya modifier public dan protected yang bisa di turunkan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 16, 2012 in Uncategorized

 

OOP 2 Bab 3 : Polymorphisme Overload Override

Overloading adalah suatu cara untuk memberikan nama yang sama kepada dua method yang berbeda meski dua method tersebut berada dalam class yang sama. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membedakan tipe parameter, jumlah parameter dan susunan parameter, Manfaat penggunaan overloading adalah agar method yang mempunyai tingkah yang hampir sama mudah diingat oleh developer software.

Overriding digunakan oleh Class Turunan yang berusaha memodifikasi tingkah laku yang diwarisi dari Class Induk. Tujuannya adalah supaya  Class turunan memiliki tingkah laku yang lebih spesifik. Ini dilakukan dengan  cara mendeklarasikan kembali method milik parent class di Class turunan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2012 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.